Tuesday, August 21, 2012

Fungsi Dasar Transistor

Transistor adalah komponen elektronika yang tersusun dari dari bahan semi konduktor yang memiliki 3 kaki yaitu: basis (B), kolektor (C) dan emitor (E). Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya, transistor dibedakan menjadi dua tipe, yaitu transistor PNP dan transistor NPN.
Untuk membadakan transistor PNP dan NPN dapat dari arah panah pada kaki emitornya. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar.
Bias Transistor
Untuk dapat bekerja, sebuah transistor membutuhkan tegangan bias pada basisnya. Kebutuhan tegangan bias ini berkisar antara 0.5 sampai 0.7 Volt tergantung jenis dan bahan semikonduktor yang digunakan.

Saturday, August 11, 2012

Televisi Digital Itu?

Istilah tv digital marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Mungkin sebagian orang bertanya sebenarnya apa tv digital itu? apakah ada bedanya dengan tv-tv biasa. Tapi ternyata bukan tv-nya yang digital melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan yaitu sinyal digital atau siaran digital (Digital Brodcasting).
Sistem penyiaran TV Digital adalah penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90 an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara Simulcast atau siaran bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.
TVRI dan TV swasta nasional yang tergabung dalam Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI) ; SCTV, TV One, AN TV, Metro TV, dan Trans Corp telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan editing, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan satelit yang umumnya dimanfaatkan sebagai siaran TV-Berlangganan. Sistem transmisi digital melalui satelit ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Satellite). Dan untuk menangkap siaran TV Digital harus menggunakan alat tambahan yang bernama Setup Box (Decoder) untuk pesawat televisi analog (yang ada sekarang ini)

Perbeda'an LCD TV,LEDTV dan PLASMA TV

Perubahan dan perkembangan teknologi seperti mengikuti jaman dan  keinginan maupun kebutuhan manusia. Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.
Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.

Wednesday, July 25, 2012

TONE CONTROL GITAR

Rangkaian Sirkuit tone control


Rangkaian Sirkuit tone control-preamplifier pada dasarnya adalah yang paling banyak digunakan dalam kualitas suara tetapi juga membutuhkan dukungan dari kontrol nada dan nada amplifier.nah kontrol kami hadir di sini termasuk dalam kwalitasnya ukuran standar, silakan coba sendiri.






Monday, July 23, 2012

modifikasi rangkaian power agar bass lebih nendang

Ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya.

1. Power supply

Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan paksakan men-drive speaker 15" jika suara bass dirasa kurang.

2. Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang)

berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor.

3. Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan

misal 12" lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble, sedangkain 15" cenderung ke bas-mid dan gitar bass.

4. Untuk Power Blazer

Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat
bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya. Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. Power Blazer tidak perlu modifikasi, its ok.

5. Modifikasi pada rangkaian:

Tiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp,
resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan
R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan
menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer,
22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih. 

Microphones

Information






Electro Voice Cardinal - Live/Broadcast/Studio Microphones
 
Electro Voice Raven - Live/Broadcast/Studio Microphones
 
Electro Voice RE410 - Live Performance Microphone
 
Rp3 194 400
Rp2 407 400
Rp2 219 000
   
Electro Voice RE510 - Live Performance Microphones
 
Electro Voice N/D767a - Live Performance Microphones
 
Electro Voice N/D967 - Live Performance Microphones
 
Rp2 222 200
Rp2 090 000
Rp2 201 600
   
Electro Voice N/D267 as - Live Performance Microphones
 
Electro Voice N/D367 s - Live Performance Microphones
 
Electro Voice N/D468 - Live Performance Microphones
 
Rp1 219 800
Rp1 475 700
Rp2 164 900









Image For You







mengatasi dengung dan noise pada rangkaian power amplifier

Power amplifier yang kita rakit kadang menimbulkan dengung kecil karena grounding
yang kurang sempurna.
berikut ada beberapa cara untuk mengatasi dengung pada power amplifier:
1. Jauhkan rangkaian yang sensitif dari transformator, dimensi casing tidak terlalu kecil.
Salah satu blog malah menganjurkan untuk memakai dua bok, satu bok khusus untuk transformator. Untuk amplifier dengan trafo toroid atau trafo besar, sebaiknya hanya berisi rangkaian power ampli saja, tanpa tone control.
2. Rubah posisi transformator, sisi samping menjadi sisi bawah (trafo menjadi tinggi) dengan
tulisan menghadap rangkaian yang sensitif
3. Gunakan spacer pada tiap papan PCB setinggi setengah tinggi trafo, misalkan setinggi 2,5cm atau lebih sehingga papan PCB sejajar dengan inti/pusat transformator, di sini efek medan terlemah.
4. Sebaiknya menggunakan satu modul stereo daripada dua modul mono
ini untuk menghindari kesalahan pengkabelan. Jika terpaksa, usahakan ukuran
kabel antara modul kanan dan kiri sama panjang dan sependek mungkin.
5. Sebaiknya ambil jalur ground untuk speaker dari ct elko bukan dari ct trafo,
jika di papan pcb terpasang dua elko besar (seperti elko power supply), ambil
jalur ground speaker dari sini, dan cek dengar!

Tuesday, July 10, 2012

Electronic Projects | Electronic Circuits


 


 




 





Automatic street light

Automatic light schematic

In above circuit R1 can be used to adjust the sensitivity. And the working of the circuit is very simple. The LDR will have very low resistance during day time so the transistor Q1 will be in OFF condition. And during night time the resistance will be very high so automatically the transistor Q1 will be ON.
The Q1 is PNP transistor and the emitter of Q1 is given to base of Q2. So the Q2 transistor will be ON only if the transistor Q1 is ON. The TRIAC is used in the circuit to make is circuit complete. As the TRIAC will allow voltage to pass from either directions only when there is a certain threshold voltage in gate terminal. And the gate of TRIAC is controlled by transistor Q2.
So totally the lamp will be ON during night time and will be again switched off during day light. To change the sensitivity of the circuit to light adjust R2.
If you have any doubts, do not hesitate to comment below. We will come to you with an appropriate solution.

Perbandingan kit power amplifier rakitan

1. Gain clone LM3886, TDA7294
TDA7294 sudah menggunakan sepasang mosfet sebagai finalnya, sedangkan LM3886 masih menggunakan transistor biasa.



Pengetesan...
TDA7294 supply 32V ct 5A output sebesar 150W rms, ini melebihi spesifikasi di datasheetnya. Untuk LM3886 dayanya jauh di bawah TDA, jujur apa adanya seperti di datasheetnya, 50Watt-an.
Amplifier ini low noise dan low gain sehingga haus sinyal input. Sinyal input harus diperkuat dengan rangkaian super tone control, kalau tidak begini nada bass sungguh pas-pasan.
Catu daya yang optimal untuk gainclone adalah 22-25v ct, lebih atau kurang dari ini power kurang maxi, power malah turun. Soal respon frekuensi jangan diragukan. Yang perlu diingat adalah bodi case terhubung ke jalur supply negatif, jadi jangan lupa untuk memasang isolatornya.


Friday, June 1, 2012

Si.om Archieve

  1. SHARP Alexander Protek, dihidupkan sambil ukur B+ pada saat tv mau on tegangan dari 125v drop menjadi 90v. Curiga flyback rusak, Setelah gnti flyback baru dan hidupkan tv alhmdulilah ada suara tabung hidup eh tiba2 ada suara ledakan bletak.. IC vertikal pecah jebule.. LA78040. Cek tegangan vertikal 25v. Langsung ganti dg LA78041.. ahrnya byaran juga.
  2. Tv SHARP Alexander 21" gangguan vertikal yaitu gambar mengecil / lebih kurang 5cm , pada permuakaan atas dan bawah bergelombanng dan ada garis terang. Kerusakan pada yoke bagian vertikal dan setelah dibuka coil vertikal bagian bawah putus dan setelah disambung Tv kembali OK...
  3. Tv SHARP 21" model lama Psu mengunakan TR1884 dan B+ yang menggunakan elco yang satu besar dan yng satu kecil tinggi. Kerusakan tidak mau start, tekan tombol led berwarna hijau kembali merah lagi. Kerusakan seperti ini biasanya ada R vertikal putus karena IC koslet dan kadang hanya ada solderan kendor, kadang ada tegangan yang hilang, kadang ada masalah pada ABL. Tetapi yang satu ini agak aneh sudah periksa semuanya sampai ganti flyback masih tetap sama. Namun akhirnya terselesaikan juga setelah coba2 periksa elco2 semua ada satu kejanggalan walau secara fisik masih bagus tetapi nilainya sudah berubah, yaitu elco 25v470uf pada tegangan keluaran flyback 12v. Semoga bermanfaat..
  4. TV SAMSUNG CS20xxx kerusakan gambar bergeser ke kanan lebih kurang 10cm dan disebelah kiri blank hitam. Setelah dibongkar kelihatan ada yang gosong yaitu Capasitor dan R. C dan R tersebut terhubung dengan HOT dan tersambung ke pin Sinc separator pada IC jungle/gambar. C yang hangus yaitu C bypass ground sedangkan C coupel dari Col Hot msih ok. C tsb kisaran 1n / 4n7 400v - 2kv dan R 15k - 150k. Setelah diganti Tv pun kembali ok..
  5. Ada yg telpon pagi2.. tv sharp wonder pertama dihidupkan tv normal setelah 20 menit standby, ada saran? Setelah di cek ternyata R 33 ohm tegangan 40v ic vertikal agak gosong. Solder ulang IC vertikal dan komponen smd di bwahnya R 33 ohm diganti dg 10 ohm 2w adanya cuma ini juga gnti elco 16v47uf dan 6,3v 100uf pada regulator 3.3v IC micom, coba hdupkan sudah setengah jam msh hidup. Garapan kriuk2 bayaran maneh..
  6. TV Sharp Alexander 21" tekan power tv seakan mau hidup/ada suara flyback nyembur tapi kembali standby. Sambil dihidupkan ukur tegangan satu2, dan terakhir ketemu pada tegangan IC Vertikal pada saat pertama on ada 25v lalu turun menjadi 24v dan standby ternyata kerusakan memang di IC Vertikal AN78040 setelah diganti baru TV langsung ok dan tegangan terukur 25v tidak drop lagi.
  7. TV CRYSTAL standby sedangkan remotnya sudah kemana perginya, ternyata masalahnya pada Saklar power pada bagian ujung ada swicth untuk power on yang bila ditekan tombol secara langsung ikut switch walau sesaat, di solder / di jumper langsung OK..
  8. TV Toshiba 29 inch vertikal tidak mau melebar atau tunggu lama dulu baru bisa melebar tapi tidak pull. Pada rangkaian vertikal drive IC TAxxxxx lupa catat tadi ada elco 2,2uf50v, o,47uf50v, VCC 9v ada elco 470uf16v dan 16v220uf dan di osc 2,2uf 50v diganti semuanya langsung jreng... biang kerok tidak langsung besar di elco VCC.
  9. Tv Sanken Bazzon eye IC tda9381-cc8405 horizontal tidak defleksi/flyback tidak bekerja, ganti elco 50v100uf tegangan drive horizontal dan elco 25v470uf pada power suply.

Tuesday, May 29, 2012

Fbt Pin SET dan Persama'an

BSC 24 01N4014K
BSC 25 T1010A
BSC 25 Z603F
BSC 25 0909
BSC 25 09N20E
BSC 25 09N21A
BSC 25 4813A
BSC 25 05N2110A
Tep_C_Tep_B+_Tep_Tep_GND_HT_ABL_180V 



BSC 22 01_06

BSC 24 01N362
BSC 25 48
BSC 25 4803
C_B+_NC_AFC_GND_HT_ABL_NC

BSC 22 01N401

BSC 22 2007
BSC 25 1194
BSC 25 4803T
BSC 25 N0803A
C_B+_NC_AFC_GND_HT_ABL_NC

BSC 25 2004PR

C_B+_NC_AFC_GND_HT_ABL_NC_Tep_Tep

BSC 65A

C_B+_190V_GND_NC_NC_14.5V_ABL_HT_AFC

BSC 25 2678

C_200V_B+_GND_HT_ABL_Tep_Tep_Tep

BSC 26 3606A

C_B+/125V_NC_AFC_GND_HT_ABL_Tep_Tep_Tep

BSC 28 N2329

C_Tep_B+_GND_185V_NC_NC_ABL_HT_AFC

BSC 23 N0114

JF 0501_1901
C_B+_GND_185V_HT_ABL_GND_16V_NC_24V

BSC 25 0235A

JF 0501_19959
C_B+_+14V_-14V_GND_HT_AFC_ABL_NC_180V

BSC 25 05N2135H

C_B+_NC_AFC_GND_HT_ABL_180V

BSC 22 2314H

C_B+_180V_16V_24V_HT_GND_ABL_AFC_NC

BSC 25 2023S

C_185V_B+_GND_AFC_14V_ABL_HT_NC_NC

BSC 25 N0363

BSC 26 N2138
C_B+_+14V_-14V_200V_GND_Inner_26V_ABL_HT

BSC 25 0299D

185V_C_AFC_B+_12V_24V_ABL_GND_NC

BSC 25 0262

C_B+_AFC_NC_24V_GND_HT_ABL_185V_GND

154 064P

154 177B
6174 8004A
FCK 14B047
C_180V_B+_GND_16V_24V_40V_ABL_HT_AFC

154 132A

154 132C
C_40V_16.5V_HT_GND_B+_180V_GND_ABL_40V

154 189H

154 277C
C_B+_180_16V_24V_HT_GND_ABL_AFC_NC

154 177C

C_185V_B+_Boost_24V_12V_GND_ABL_HT_AFC

154 164F

154 165D
C_NC_185V_GND_ABL_AFC_HT_B+_14V_24V 


Saturday, May 26, 2012

Titik Proteksi Tv Sharp

PROTEKSI SHARP

Chasis UA-1, Menggunakan IC IX3368CEN1-5 Atau IX3410CEN1-5
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,3 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J223 D609 Tegangan 8V Anoda D609 = 3.3 Volt Lepaskan D609
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 3.3 Volt Lepaskan D606
D614, Q603 Heater / X-ray Anoda D614 = 3.3 Volt
Collector Q603 = 3.3 Volt Lepaskan D614
Lepaskan Q603
D752 Tegangan 5V Anoda D752 = 3.3 Volt Lepaskan D752
D504 Tegangan 16V (Sound Amp) Anoda D504 = 3.3 Volt Lepaskan D504
D502 Tegangan 45V (Vertikal) Anoda D502 = 3.3 Volt Lepaskan D502
D503 Vertikal Output Anoda D503 = 3.3 Volt Lepaskan D503
D613 Tegangan 180V Anoda D613 = 3.3 Volt Lepaskan D613
Chasis UA-1 (Lubang), Menggunakan IC IX3368CEN7
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,4 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J208 dan D203 D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 3.4 Volt Lepaskan D203
D607 Tegangan 190V Anoda D607 = 3.4 Volt Lepaskan D607
D604, Q603 Heater / X-ray Anoda D604 = 3.4 Volt
Collector Q603 = 3.4 Volt Lepaskan D604
Lepaskan Q603
D601 ABL / X-ray Anoda D601 = 3.4 Volt Lepaskan D601
Q501 Tegangan Supply Vertikal Collector Q501 = 3.4 Volt Lepaskan D501
Menggunakan IC IX 2938CE, TB1226
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (5,1 V) D616 Tegangan 9V Anoda D616 = 5.1 Volt Lepaskan D616
D607 Tegangan 180V Anoda D607 = 5.1 Volt Lepaskan D607
Q607 Heater / X-ray Collector Q607 = 5.1 Volt Lepaskan Q607
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 5.1 Volt Lepaskan D606
D611 Tegangan 5V Anoda D611 = 5.1 Volt Lepaskan D611
D201 Tegangan 9V Anoda D201 = 5.1 Volt Lepaskan D201
Menggunakan IC IX 2694, M52340
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.38 IC1001 (0 V) D606 Heater / X-ray Anoda D606 = 0 Volt Lepaskan D606
D616 ABL / X-ray Anoda D616 = 0 Volt Lepaskan D616
Q603 ABL / X-ray Collector Q603 = 0 Volt Lepaskan Q603
D610 Heater / X-ray Anoda D610 = 0 Volt Lepaskan D610
Chasis G2 Menggunakan IC IX 3031CE, TB1226
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (3,3 V) D618 Tegangan 9V Anoda D618 = 3,3 Volt Lepaskan D618
D607 Heater / X-ray Anoda D607 = 3,3 Volt Lepaskan D607
Q607 Heater / X-ray Collector Q607 = 3,3 Volt Lepaskan Q607
D606 ABL / X-ray Anoda D606 = 3,3 Volt Lepaskan D606
D611 Tegangan 5V Anoda D611 = 3,3 Volt Lepaskan D611
GA-4M Chasis, Menggunakan IC IXB226WJ, M61260
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.7 IC1001 (4.5 V) D605 Tegangan 185V Anoda D605 = 4,5 Volt Lepaskan D605
D608 ABL / X-ray Katoda D607 = 4,5 Volt Lepaskan D608
Q603 Heater Collector Q603 = 4,5 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,5 Volt Lepaskan D203
D1091 Tegangan 9V Anoda D606 = 4,5 Volt Lepaskan D1091
Pin No.6 IC1001 (3.4 V) D1010 Tegangan 15V Pin No.6 IC1001 = 3.4 Volt Lepaskan D1010
Chasis GA-6, Menggunakan IC IXB725WJ, Chasis GA-7 Menggunakan IC IXB855WJZZ
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V) D1005 Tegangan 9V Anoda D1005 = 4,1 Volt Lepaskan D1005
D608 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603 Heater Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D805, D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D805 & D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D204 Tegangan 5V (Tuner) Anoda D204 = 4,1 Volt Lepaskan D204
Pin No.7 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.7 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.8 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.8 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC080WJN5Q
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J497 D1108 Tegangan 5V Anoda D1008 = 4,1 Volt Lepaskan D1108
D605 Tegangan 185V Katoda D605 = 4,1 Volt Lepaskan D605
D608, D607 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603, D604 Heater / X-ray Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D1105 Tegangan 5V Anoda D1105 = 4,1 Volt Lepaskan D1105
Pin No.64 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.64 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.65 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.65 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC688WJ / IC IXC844WJ
Masukan Proteksi Detektor Yang Dideteksi Tegangan Normal Menonaktifkan Proteksi
Pin No.81 IC801 (4.1 V) D1108 Tegangan 5V Anoda D1008 = 4,1 Volt Lepaskan D1108
D605 Tegangan 185V Katoda D605 = 4,1 Volt Lepaskan D605
D608, D607 ABL / X-ray Katoda D608 = 4,1 Volt Lepaskan D608
Q603, D604 Heater / X-ray Collector Q603 = 4,1 Volt Lepaskan Q603
D203 Tegangan 33V (Tuner) Anoda D203 = 4,1 Volt Lepaskan D203
D1105 Tegangan 5V Anoda D1105 = 4,1 Volt Lepaskan D1105
Pin No.82 IC801 (3.9 V) D1002 Power supply (AC-Detect) Pin No.82 IC801 = 3.9 Volt Lepaskan D1002
Pin No.83 IC801 (0.6 V) R523 Vertical Pin No.83 IC801 = 0.6 Volt Lepaskan R523
by pyondsound